FOTO 5-6

Pemkot Jajaki Tawaran Kerjasama Pembangunan Jaringan Trem

BOGOR-KITA.com – Pasca ekspos Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pada forum Bogor Transportation Program (B-Top) dan Bogor Economic Summit (BES) beberapa waktu lalu, cukup banyak pihak yang tertarik untuk membantu membangun infrastruktur transportasi di Kota Bogor. Diantaranya Consortium CRRC Zhuzhuo Locomotive Co. Ltd. & PT. Megaguna Ganda Semesta yang menawarkan proyek pembangunan transportasi publik berupa jaringan trem. Ide ini ditawarkan dalam audiensi bersama Walikota Bogor Bima Arya di Ruang Paseban Punta Balaikota, Rabu (21/09/2016).
Dalam presentasinya pihak CRRC Zhuzhuo Locomotive Co. Ltd. & PT. Megaguna Ganda Semesta menawarkan jaringan trem mulai dari kawasan Kedung Halang hingga ke bundaran Sukasari dan dari Sukasari ke stasiun. Menanggapi tawaran ini, Bima mengatakan yang perlu diperhatikan adalah desain yang harus sesuai dengan tata ruang di Kota Bogor. Terutama saat rute Light Rail Transit (LRT) jadi diarahkan ke Tanah Baru. Menurut Bima, perlu koneksi transportasi yang menghubungkan lokasi LRT ini ke Baranangsiang.
“Ini kan ada kebutuhan-kebutuhan untuk membangun sistem yang terkoneksi dan terintegrasi,” ungkap Bima usai audiensi. Sistem ini yang nantinya perlu dikaji, apakah untuk menkoneksikannya dengan trem, dengan bus biasa, atau dengan LRT juga.
Hal lain yang perlu diperhatikan, sambung Bima, tentu saja mengenai skema pembiayaan. Sebab, katanya, kalau pendanaan dari Pemkot Bogor sudah pasti tidak ada anggaran.
“Mungkin semacam pembiayaan bersama. Ada porsi pusatnya, APBD, dan investasinya. Jadi soal skema pembiayaan juga harus ditentukan dulu. Mereka (investor) akan siap untuk berinvestasi disini,” ujarnya.
Namun yang jelas, masih kata Bima, dirinya meminta agar soal tawaran pembangunan trem ini dikaji kembali. Sejauhmana tram itu sesuai dengan kontur Kota Bogor, ketersediaan lahannya, serta dikaji pula soal pembiayaannya.
“Karena kalau kita tidak mungkin membiayai. Kalau kemudian investasi bentuknya seperti apa. Maka ini kita konsultasikan juga dengan kementerian. Pola-polanya seperti apa yang bisa,” pungkasnya. [] Admin




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *