Calon Bupati Bogor Ade Yasin: Berempati Kepada Bisikan Hati Rakyat

Pakar Politik Dukung Ade Yasin Gugat Media Online Penyebar Fitnah

BOGOR-KITA.com – Calon Bupati Kabupaten Bogor Ade Yasin tidak perlu ragu menggugat media online yang menyebarkan fitnah terhadap dirinya. Ini zaman now, penyebar berita fitnah atau hoax harus menjadi perhatian bersama. Berita fitnah  biasa harus menjadi perhatian aparat kepolisian, sedang berita fitnah atau hoax terkait pilkada harus menjadi perhatian Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu)/Panitia Pengawas Pemilu  (Panwaslu). Penegasan ini dikemukakan Koordinator Program Doktor Sekolah Pascasarjana Universitas Nasional Jakarta, Dr TB Massa Djafar di Bogor, Minggu (17/6/2018) malam.

TB Massa yang berdomisili di Kabupaten Bogor mengaku mengikuti proses Pilkada Kabupaten Bogor. “Saya tidak ingin Pilkada Kabupaten Bogor diwarnai oleh berita-berita fitnah. Sebab hal itu menjerumuskan pemilih,” katanya.

TB Massa yang memperoleh gelar Doktor Ilmu Politik dari Universitas Kebangsaan Malaysia mengatakan, dirinya memang pernah memperoleh link berita tentang berita fitnah terkait Ade Yasin.

“Saya tidak perlu mengulang apa isinya. Yang jelas, saya tidak ingin warga pemilih Kabupaten Bogor terjerumus dan menjatuhkan pilihan yang salah karena dipengaruhi berita hoax. Oleh sebab itu, saya dorong Ade Yasin merealisasi rencana menggugat media online yang memuat berita fitnah itu,” kata TB Massa yang juga peneliti.

TB Massa menegaskan, periode 2018-2023 adalah periode krusial bagi pembangunan Kabupaten Bogor. Krusial karena masa depan pembangunan Kabupaten Bogor yang merupakan daerah penyangga Ibu Kota Jakarta, ditentukan oleh figur bupati yang terpilih pada pilkada yang digelar 27 Juni 2018 ini. Salah-salah memilih, pembangunan Kabupaten Bogor bisa terpuruk dalam jangka panjang.

Terpuruk dalam pengertian, investor enggan masuk karena bupatinya tidak akomodatif atau tidak responsif terhadap investor. Investor bisa mengalihkan modalnya ke daerah Karawang, Bekasi atau Tangerang. Kalaupun  investor masuk, apabila rakyat salah memilih bupati, maka investor tersebut berpotensi berbuat semena-mena. Akibatnya bisa macam-macam. Antara lain, investor tidak bersahabat sehingga merusak Kabupaten Bogor sebagai daerah resapan air. Atau bupati tepilih memiliki wawasan dangkal sehingga membiarkan investor mengekspolitasi rakyat sehingga upaya mengentaskan sekitar 500 ribu orang miskin tak kunjung terselesaikan.

Bupati Kabupaten Bogor periode 2018 – 2023, imbuh TB Massa, haruslah sosok yang memiliki tingkat kecerdasan tertentu yang mampu membuat kebijakan yang menguntungkan investor, pada saat bersamaan mampu mengentaskan kemiskinan, pengangguran,  sekaligus membangun Kabupaten Bogor yang luas menjadi daerah maju dan modern.

“Luas wilayah Kabupaten Bogor yang lebih dua kali luas wilayah DKI Jakarta dengan posisi geografis strategis dan potensi alam kaya termasuk beragam objek wisata alam, membutuhkan bupati yang cerdas dan memiliki wawasan luas agar bisa membuat kebijakan strategis untuk investor, rakyat, menjaga Kabupaten Bogor sebagai daerah resapan, sekaligus meningkatkan peran sebagai pemasok sejumlah hasil pertanian yang segar ke Jakarta dan sekitarnya,” tandas dosen senior ini.

TB Massa mengemukakan dirinya tidak ingin memberikan penilaian terhadap siapa calon bupati yang paling baik untuk memimpin Kabupaten Bogor lima tahun ke depan.

Namun, Ade Yasin  yang berpendidikan setingkat S2 (Strata 2) cukup menjadikan dirinya sebagai salah satu calon yang layak memimpin Kabupaten Bogor. Apalagi Ade Yasin adalah Sarjana S2 bidang hukum, suatu hal yang sangat dibutuhkan di era baru atau zaman now yang penuh dengan aneka gagasan menyusul perkembangan teknologi internet seperti sekerang ini.

“Calon Bupati Bogpor yang lain juga pasti memiliki kapasitas. Tetapi jangan lupa, hampir seluruh Presiden Amerika Serikat berlatar belakang pendidikan hukum,” tandas TB Massa.

Oleh sebab itu tandas TB Massa, Ade Yasin tidak perlu ragu merealisasi rencananya menggugat media yang memberitakan berita fitnah.  [] BK- 1



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *