11apr1

Nurhayanti Minta Satpol PP kembangkan Budaya Salam, Sapa dan Senyum

BOGOR-KITA.com – Jadikan Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) ke-66 dan HUT Satuan Perlindungan Masyarakat ke-54 sebagai sarana menciptakan Polisi Pamong Praja dan Linmas Kabupaten Bogor yang humanis, berdedikasi, disiplin dan tegas.

Demikian dikemukakan Bupati Bogor, Nurhayanti di Cibinong, Selasa (11/4/2017). Nurhayanti menegaskan keberadaan Satuan Polisi Pamong Praja merupakan salah satu potensi sumber daya aparatur yang sangat penting dalam pemerintahan daerah. Satuan Polisi Pamong Praja rentan dengan gesekan kepentingan dan konflik karena kerjanya berhubungan langsung dengan masyarakat dan tidak akan mungkin wibawa pemerintahan akan tetap terbangun apabila aparatur penegak regulasinya tidak berkompeten.

“Untuk itu, pola sikap dan perilaku serta kualitas sumber daya manusia harus benar-benar diperhatikan sehingga mampu menjalankan tugas, kewajiban, serta kewenangannya. Sehingga kehadirannya dapat dirasakan di seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Ditambahkan, untuk dapat memenuhi harapan masyarakat maka Satpol PP harus memiliki unsur humanis, berdedikasi, disiplin dan tegas. Humanis diperlukan karena objek pelayanan Polisi Pamong Praja adalah warga masyarakat yang sehingga sentuhan manusia sangat dibutuhkan. Salam, sapa, dan senyum atau “3S” diperlukan untuk menunjukan bahwa polisi pamong praja adalah pribadi-pribadi yang ramah, yang mampu memberikan ketulusan pelayanan.

“Kami berharap kedepannya Satpol PP akan mengedepankan sisi-sisi preemtif dan preventif melalui mekanisme persuasif, pencegahan, penyuluhan dan mengedepankan model penyelesaian di hulu daripada di hilir. Sehingga wajah Polisi Pamong Praja tidak lagi nampak garang dan yang lebih penting adalah benturan-benturan dapat dihindari serta kesadaran masyarakat terhadap peraturan semakin meningkat,” ujar Bupati.

Nurhayanti meminta agar peringatan HUT Satpol PP ke ke-66 dan HUT Satuan Perlindungan Masyarakat ke-54 ini tidak hanya sekadar momentum rutin saja. Akan tetapi menjadi sarana untuk memotivasi dan meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat, dalam melaksanakan urusan wajib ketentraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat.

“Tingkatkan profesionalisme dan humanisme dalam setiap pelaksanaan tugas, dengan terus senantiasa mendekatkan diri kepada masyarakat, membangun jejaring dan komunikasi dengan anggota Polisi Pamong Praja di seluruh Indonesia,” imbuhnya. [] Admin




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *