161

Minimalisir Kemacetan, Contra-Flow Diberlakukan

BOGOR-KITA.com – Mempercepat pengerjaan Jalan Tol Lingkar Luar Bogor seksi IIB (Kedungbadak-Simpang Yasmin) yang direncanakan rampung Mei 2018 mendatang dan akhirnya dipercepat 100 hari atau selesai awal Februari 2018. Pengembang akan melakukan pekerjaan Erection Box Grider dengan Metode Shoring. Pemasangan shoring dilakukan untuk mempercepat penyelesaian proyek.

Tak ayal, metode tersebut mengharuskan rekayasa lalu lintas di Jalan Sholeh Iskandar hanya memakai satu jalur atau dengan memberlakukan Contra-Flow, Yakni jalur selatan, alias jalur Bogor menuju Simpang Yasmin. Sedangkan jalur utara akan digunakan untuk crane. Rekayasa lalu lintas ini pun akan diujicobakan Rabu (15/11/2017) untuk membiasakan pengendara yang melintasi jalan tersebut.

Manajer Konstruksi Proyek Tol BORR Seksi IIB PT Wijaya Karya (Wika) Aries mengatakan, uji coba contra-flow tahap pertama akan dilakukan selama lima hari yang dimulai dari titik P57 sampai P58. Pemasangan alatnya sendiri rencananya baru akan dilakukan dua hari setelah ujicoba.

“Kami juga akan melakukan evaluasi setelah uji coba hari pertama. Bisa saja ada solusi lain jika memang diperlukan,” ujarnya, Rabu (15/11/2017).

Aries menuturkan, contra-flow ini mesti dilakukan sebagai percepatan pekerjaan pemasangan shoring yang ditargetkan selesai Januari tahun depan. Mengingat pada Februari 2018 mendatang harus rampung seluruhnya. Sehingga pihaknya tidak hanya menggunakan Launching Gentry (LG) tetapi dengan menambah alat.

“Dari owner kan ingin dipercepat, kalau menggunakan LG semua, sesuai konsep awal, bakal molor. Makanya kami ubah metodenya dengan alat yang diperbanyak,” jelasnya.

Sebagai antisipasi, lanjut Aries, pihaknya sudah menyelesaikan penambahan ruas jalan di sisi selatan terlebih dahulu, agar bisa digunakan saat penerapan contra-flow ini.

“Kami rampungkan pelebaran jalan yang ke arah Yasmin dulu untuk antisipasi jika memang akan diberlakukan contra-flow. Jadi jalan jalur Yasmin-Bogor dari Lotte sampai putaran LP, akan steril dari kendaraan,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait rekayasa lalu lintas, Kasatlantas Polresta Bogor Kota Kompol Bramantyo Priaji mengatakan, rencananya akan diberlakukan sistem contra-flow di sisi selatan Jalan Sholeh Iskandar. Sebab sisi utara, yakni lajur Simpang Yasmin ke arah Bogor harus steril dari kendaraan sebagai tempat parkir crane.

“Badan jalan sudah disiapkan sehingga meskipun diberlakukan contra flow, laju kendaraan tetap bisa dua arah ke arah Yasmin, dengan lebar jalan total 14 meter,” katanya.

Ia menambahkan, mengamankan rekayasa lalu lintas di sepanjang jalan tersebut, nantinya akan diturunkan sekitar 25 personil petugas gabungan yang terdiri dari anggota Satlantas Polresta Bogor Kota, Unit Lantas Polsek Tanah Sareal, dan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor. Pasalnya, rekayasa ini akan dilakukan bertahap, hingga nanti selesai di titik P66 atau simpang Yasmin. Lima hari pertama 150 meter, dari P57 ke P58. Setelah selesai, lanjur ke P59 dan seterusnya hingga akhir P66.

“Jumlah tersebut untuk pagi hari, nantinya personil bisa saja bertambah di sore hari, tergantung kebutuhan dan melihat tingkat ke-kroditan lalu lintas disana. Artinya bisa saja berubah secara situasional,” pungkasnya. []Admin




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *