Spanduk_KNPI

KNPI Pasang Spanduk ‘Spanduk Selamat Datang di Kota Wisata Kemacetan’

BOGOR-KITA.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) KNPI Kota Bogor memasang spanduk ukuran besar di sejumlah titik bertuliskan "Selamat Datang di Kota Wisata Kemacetan." Namun spanduk yang dipasang sejak Sabtu (25/10), tersebut tidak bertahan lama, karena keesokan harinya, Minggu (26/10), spanduk yang antara lain dipasang di Tanjakan Empang dan JPO Kapten Muslihat itu raib.

Ketua DPD KNPI Kota Bogor, Hasbulloh mengatakan, pemasangan spanduk tersebut merupakan bentuk keprihatinan terhadap kemacetan di wilayah Kota Bogor.

“Pemerintah harus membuat kebijakan yang tegas dalam mengatasi kemacetan, masyarakat harus tertib berlalu lintas, aparat kepolisian terutama polantas dan juga DLLAJ harus konsisten menertibkan lalu lintas di jalan. Semua kalangan bisa mengambil peran mengatasi kemacetan di Kota Bogor agar tertangani dengan baik,” katanya.

Bendahara Umum DPD KNPI Kota Bogor, Sony Dirgantara mengungkapkan, selain bentuk keprihatinan, pemasangan spanduk tersebut dipasang karena sampai saat ini belum ada solusi mengatasi kemacetan yang terjadi. Spanduk yang dipasang juga merupakan bentuk kritik membangun bagi Pemkot Bogor, agar segera menyiapkan formula menangani kemacetan.

“Sampai saat ini kemacetan masih saja terjadi sejumlah titik lokasi di Kota Bogor, dan pemerintah serta DLLAJ kota Bogor maupun aparat kepolisian belum bisa menanganinya dengan baik. Kami berharap masalah ini bisa segera tertangani dengan baik,” ucapnya.

Sony juga menjelaskan, pemasangan spanduk yang dilakukan tersebut sama sekali tidak berhubungan atau menyangkut masalah Kota Bogor menjadi kota termacet sesuai dengan pemberitaan yang akhir-akhir ini ramai diberitakan. Tetapi pemasangan spanduk lebih kepada bagaimana pemerintah menyikapi masalah kemacetan dan akan memberikan solusi apa saja.

Sony juga memberi saran dan masukan kepada pemangku kebijakan untuk segera mengatasi masalah kemacetan tersebut.

“Ada sejumlah faktor yang menjadi penyebab kemacetan, di antaranya, banyaknya PKL di trotoar jalan, banyaknya palkir liar kendaraan, tidak teraturnya rekayasa lalulintas, supir angkot yang ngetem dan menaik turunkan penumpang di sembarang tempat, kurangnya kesadaran masyarakat dan pengguna kendaraan, serta kurangnya petugas yang disiagakan disejumlah titik lokasi rawan kemacetan. “Saat ini yang dibutuhkan masyarakat dalam mengatasi kemacetan adalah solusi cepat dan penanganan yang terprogram,” tandasnya. [] Harian PAKAR/Admin




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *