Penggagas Sekolah Ibu Yane Ardian menyalami seorang peserta didik dalam acara wisuda 2.040 lulusan Sekolah Ibu, disaksikan Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Walikota Bogor Bima Arya, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya dan Rektor IPB Arif Satria di Kampus IPB Bogor, Sabtu (6/10/2018).

Gubernur Jabar Hadiri Wisuda 2.040 Lulusan Sekolah Ibu di Kampus IPB

BOGOR-KITA.com – Walikota Bogor Bima Arya mewisuda 2.040 peserta Sekolah Ibu angkatan pertama di Graha Widya Wisuda (GWW), kampus Institut Pertanian Bogor (IPB), Dramaga, Bogor, Sabtu (6/10/2018). Wisuda disaksikan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat Atalia Praratya, Rektor IPB Arif Satria.

Wisuda tersebut menjadi spesial bagi kaum ibu di 68 kelurahan karena turut karena sekolah  yang digagas Ketua TP PKK Kota Bogor Yane Ardian ini merupakan perwujudan dari upaya menciptakan ketahanan keluarga.

Yane Ardian yang juga istri Walikota Bogor Bima Arya, mengatakan, pendirian Sekolah Ibu berangkat dari fenomena sosial yang terjadi di masyarakat saat ini, di mana angka perceraian, kenakalan remaja, narkoba, dan pergaulan bebas sangat memprihatinkan.

“Kondisi itu, tidak hanya terjadi di Bogor, tetapi sudah menjadi masalah sosial secara nasional. Hal itu yang mendorong PKK Kota Bogor bergerak membantu pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Salah satunya melalui Sekolah Ibu,” ungkap Yane.

Kenapa harus kaum ibu? Yane menjelaskan, karena Ibu merupakan sosok utama yang memegang peranan penting dalam sebuah keluarga. Ibu memiliki banyak peranan dan mampu melakukan banyak hal untuk kebutuhan semua anggota keluarga, seorang ibu memberikan keseimbangan dalam sebuah keluarga.

“Sekolah Ibu diharapkan mampu membantu mengatasi persoalan persoalan yang ada di masyarakat, yaitu dengan cara melakukan kegiatan peningkatan kapasitas bagi kaum Ibu melalui pemberian sejumlah materi yang dapat membekali mereka dalam menjalankan perannya, baik peran domestik maupun peran publik,” katanya.

Sekolah Ibu telah dilaksanakan secara serentak di 68 Kelurahan se-Kota Bogor pada Juli 2018. Pelaksanaan Sekolah Ibu dilakukan di seluruh kelurahan di Kota Bogor dua kali seminggu selama kurang lebih tiga bulan dengan mengikuti 19 modul dan 20 kali pertemuan. Peserta dibimbing oleh 122 tenaga pengajar sukarela yang datang dari berbagai latar belakang.

19 modul yang dimaksud adalah soal urgensi sekolah ibu, urgensi ketahanan keluarga, konsep dasar perkawinan dan fungsi keluarga, kesehatan reproduksi, mengenal otak dan kepribadian manusia dan menggali potensi diri.

Lalu memasuki BAB II, para kaum ibu akan diberikan materi mengenai rumah sehat, manajemen keuangan keluarga, komunikasi efektif suami istri, pertolongan pertama pada keluarga, peningkatan kesehatan keluarga dan manajemen konflik dan stres.

BAB terakhir, peserta akan diberikan materi mengenai nilai dan pola asuh serta komunikasi dengan anak, komunikasi pada remaja, pembagian peran dalam keluarga, etika berpakaian, lima kunci keamanan pangan hingga keluarga cinta tanah air.

“Saya pribadi sangat bangga melihat perkembangan kaum ibu setelah mengikuti sekolah ini. Yang lebih terharu ketika saya didatangi beberapa ibu yang mengaku tidak jadi bercerai setelah menerapkan apa yang didapat di Sekolah Ibu. Ada juga ibu yang mengaku bisa lebih berkomunikasi dengan anaknya, berdiskusi segala hal, dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Tampak hadir dalam kegiatan wisuda tersebut, jajaran Muspida Kota Bogor, Anggota DPRD Kota Bogor, para kepala dinas, camat dan lurah. [] Admin/Humpro Setda Kota Bogor



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *