Generasi Berencana Cegah Remaja Kehilangan Masa Depan

Generasi Berencana Cegah Remaja Kehilangan Masa Depan

BOGOR-KITA.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama mitra kerja Komisi IX DPR RI dibantu Kwarcab Pramuka Kota Bogor menggelar Sosialisasi dan Advokasi Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK). Acara yang berlangsung Minggu (6/11/2016) di Lapangan Kresna Bogor Utara Kota Bogor diawali dengan lari sepanjang 3,5 K. Dengan rute mengitari Jalan Pandu Raya, peserta lari sambil ditaburi bubuk warna-warni. Setelah selesai Wali Kota Bogor Bima Arya dan Ketua Komisi IX Dede Yusuf memberikan petuah kepada ratusan peserta yang terdiri dari siswa SMA.
Usai berlari, Ketua Komisi IX Dede Yusuf mengatakan program ini mengarah kepada Generasi Berencana (Genre) yang merupakan salah satu bagian dari program BKKBN untuk mencegah remaja dari narkoba, seks bebas dan pernikahan dini. Faktanya saat ini 50 persen pengguna narkoba merupakan remaja dan angka pernikahan dini masih tinggi, salah satunya di Jawa Barat.
“Angka penyebaran seks bebas dan narkoba umumnya di kota sementara pernikahan dini di daerah perkebunan dan pinggir kota,” ujarnya.
Dede menuturkan, usia pernikahan yang dianjurkan BKKBN untuk perempuan 21 tahun berdasarkan kesehatan (saat seluruh organ tubuh sudah sempurna) dan laki-laki 25 tahun dilihat dari kesiapan psikologi dan mental. Maka dari itu remaja jangan sampai salah pergaulan untuk menghindari seks bebas dan pernikahan dini. Sementara narkoba saat ini tidak hanya narkotika saja tetapi juga memakai obat-obatan yang dijadikan narkoba. Dan hal tersebut harus ditelusuri Badan Narkotika Nasional (BNN) tidak hanya sekadar penggerebekan saja.
“Genre ini memang dikhususkan untuk remaja dari usia SMP-SMA mencegah remaja kehilangan masa depannya. Remaja tetap bisa keren dengan berprestasi secara positif,” terangnya.
Sementara Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, menjadi anak muda harus mempunyai warna yang jelas. Jelas minat dan kemauannya. “Jadilah generasi yang berkarakter, terus bergerak, berinovasi dan berolahraga karena hidup harus seimbang antara dunia dan akhirat,” ujarnya. Bima juga berpesan agar tidak menikah sebelum siap. Karena yang terpenting semua terencana dengan baik agar masa depan cerah.
“Dan masa depan itu di jemput,” pungkas Bima. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *