2

E-Warung Dijadikan Contoh Pengentasan Kemiskinan Negara Anggota OKI

BOGOR-KITA.com – Sebanyak 50 rombongan peserta Developing Local Initiatives for Proverty Alleviation Based on Community Through Sustainable Livelihood in OKI Member Country atau Pengembangkan inisiatif lokal untuk pengentasan kemiskinan berbasis masyarakat melalui mata pencaharian yang berkelanjutan di negara anggota OKI, bertandang ke Kota Bogor, Rabu (9/11/2016). Rombongan diterima di Paseban Surawisesa, Balaikota Bogor. Peserta datang dari Banglades, Malaysia, dan Turki.
Rombongan dipimpin langsung Staf Khusus Menteri Hubungan dan Kemitraan Lembaga Luar Negeri Kementerian Sosial (Kemensos) RI Eko Ernanda dan diterima Wali Kota Bogor Bima Arya. Dalam pertemuan tersebut dibahas terkait Electronic Warung (e-warung) Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Program Keluarga Harapan yang merupakan program dari Kemensos RI.
Staf Khusus Menteri Hubungan dan Kemitraan Lembaga Luar Negeri Kemensos Eko Ernanda mengatakan, konferensi internasional ini unuk mencari model pengembangan pengentasan kemiskinan dari lokal inisitif dengan melihat langsung ke lapangan sebagai contoh yang bisa dilihat peserta konferensi. Dalam kesempatan ini, para peserta diajak melihat e-warung yang berada di Kota Bogor.
“Dari kunjungan ini di harapkan bisa diaplikasikan dan dikembangkan di kota lain di negara OKI,” ujar Eko.
Bima mengatakan, konferensi ini merupakan pertemuan penting yang memberikan dampak. E-Warung merupakan program inisiatif dari Kemensos RI didukung dengan BNI serta dukungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sebagai penyedian tempat sekaligus memantau keberhasilan dari e-warung.
“Kami memastikan program ini benar-benar diterima warga miskin dan menunjukan transparansi bantuan sosial yang disalurkan,”
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi (Disnakersostran) Annas S. Rasmana mengatakan, dari kunjungan ini Kota Bogor dijadikan sebagai pilot project apakah masyarakat miskin benar-benar mendapatkan haknya secara transparansi. Lewat E-Warung pemilik kartu bisa menggunakannya untuk membeli kebutuhan dengan harga yang lebih murah dibanding warung biasa.
“Sekarang sudah digunakan 200 KK miskin dan tahun ini akan dibuat delapan titik e-warung, di enam kecamatan se-Kota Bogor,” pungkas Annas. [] Admin




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *