Dirjen Sumberdaya Air Pilih Kota Bogor Percontohan Pembuatan Kolam Resapan

Teknologi kolam resapan air

BOGOR-KITA.com – Direktorat Jenderal Sumberdaya Air, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, memilih Kota Bogor sebagai kota percontohan pembuatan kolam resapan yang mempergunakan teknologi baru.

Penetapan itu disepakati melalui penandatanganan kerjasama yang tertuang dalam dokumen Perjanjian Kerjasama antara Ditjen Sumberdaya Air Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan Pemerintah Kota Bogor Nomor 005/2510 – Bag.Kerjasama dan Nomor 051/Perj.27-Bapeda/2015 tertanggal 14/7/2015.

Tindaklanjutnya, akan dibangun dua unit kolam resapan. Masing-masing di halaman parkir Kantor Bapeda Kota Bogor dan halaman Kantor Kecamatan Bogor Tengah.

Menurut Kepala Sub Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Bappeda Kota Bogor, Naufal Isnaeni, pembangunan kedua kolam itu merupakan hibah yang diterima Pemerintah Kota Bogor dari Japan International Cooperation Agency (JICA) dan difasilitasi Direktorat SDA Kementrian PU dan Perumahan Rakyat. “Bogor dipilih menjadi pilot project pertama pembuatan kolam resapan dengan teknologi di Indonesia,” jelasnya.

Menurut Naufal, kolam resapan itu cukup luas dan akan berfungsi sebagai kantong air. “Pada dasarnya dengan kolam ini, kita berupaya mencegah  supaya air hujan tidak terbuang langsung dengan sia-sia ke aliran drainase,” katanya. Selain itu kolam dapat berfungsi untuk menyerap air hujan langsung ke dalam tanah, karena kolam dibangun tanpa menggunakan dinding tembok.

Dengan begitu  secara lokal kolam ini bisa sekaligus bermanfaat untuk mencegah terjadinya banjir.  Sedangkan secara regional dapat mengurangi debit air yang menuju Ciliwung maupun Cisadane. Pembuatan kolam ini sekaligus merupakan tindakan yang diperlukan dalam  memelihara dan mempertahankan keberadaan air tanah.

Berbeda dengan  kolam penampungan air biasa yang terbuka, maupun sumur resapan yang sudah ada, kolam resapan terletak di bawah permukaan tanah dan tertutup. Dibuat dengan memanfaatkan kerangka konstruksi yang dijalin dari kepingan polypropylene. Bentuknya mirip mainan lego, tapi ukurannya sangat besar dibanding kepingan lego. “Itu sebabnya kolam ini disebut juga plastic rain water infiltration and storage facility,’ kata Naufal.

Dengan memasangkan kerangka kepingan polypropylene tersebut pada cekungan kolam, maka permukaan kolam resapan bisa ditutup.  Bagian atasnya dapat dimanfaatkan untuk  lahan parkir atau lapangan olahraga. Kerangka polypropelene memang telah didesain sedemikian rupa sehingga mampu memikul beban sampai seberat 13,4  ton per meter persegi.

Secara teknis, dua kolam resapan yang akan dibuat di Kota Bogor, masing-masing memiliki ukuran luas 10 x 20 M dengan tinggi 0,6 M. Kedalamannya digali sampai 1,5 M. Pada galian tanah sedalam itulah, kemudian akan dipasang rangka berbahan polypropylene. Air hujan disalurkan ke kolam tersebut melalui saluran yang dibuat di permukaan dan akan memenuhi sela-sela yang ada diantara kerangka polypropylene. Untuk ukuran kolam seluas itu, air hujan yang tertampung diperkirakan  bisa mencapai 120 M kubik.

Jadi dengan memanfaatkan teknologi ini, pembuatan dan keberadaan kolam resapan tidak memerlukan lahan secara  khusus serta proses pembuatannya mudah dan cepat.  Sebab kolam itu bisa dibuat di lahan parkir, lapangan olahraga atau halaman lain yang sekarang sedang berfungsi.

Setelah dibuat kolam, fungsi lahan-lahan tersebut tidak hilang, karena letak kolam berada di bawahnya.Teknologi lingkungan yang inovatif ini diharapkan bisa diandalkan untuk mendukung kegiatan pelestarian sumberdaya air di wilayah perkotaan, yang lahan-lahannya kebanyakan sudah tertutup pengerasan beton atau aspal. [] Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *