pks

Butuh Kreatifitas untuk Bisa Kalahkan Koalisi PKS – Gerindra

BOGOR-KITA.com – Koalisi Partai Keadailan Sejahtera (PKS) dan Partai Grakan Indonesia Raya (Gerindra) untuk Pilwakot Bogor yang dideklarasi di RM Gurih 7, Minggu (8/5/2017), akan sulit dilawan. “Dua partai ini sedang naik daun setelah berhasil menyingkirkan pasangan Ahok – Djarot di Pilkada DKI Jakarta,” kata pengamat politik dari LP3ES Rahadi Teguh Wiratama di Bogor, Senin (9/5/2017).
Dua partai yang mengusung pasangan Anies Baswedan – Sadiaga Uno (Anis-Sandi) terbukti dahsyat karena berhasil mengalahkan koalisi besar PDIP (28 kursi), Golkar (9 kursi), PKB (6 kursi), PPP (10 kursi), Nasdem (5 kursi), Hanura (10 kursi).

Bayangkan, jumlah gabungan kursi PKS dan Gerindra di DPRD DKI Jakarta hanya 26 kursi, tetapi keduanya mampu mengalahkan koalisi besar dengan jumlah gabungan kursi mencapai 68 kursi.

Kondisinya tidak jauh beda dengan jumlah kursi gabungan PKS dan Gerindra di DPRD Kota Bogor yang hanya 11 kursi (Gerindra 6 kursi dan PKS 5 kursi). “Walau hanya 11 kursi, tetapi berdasarkan pengalaman Pilkada DKI Jakarta, maka kedua partai ini diperkirakan akan memenangi pilwakot,” kata Rahadi.

Hal ini bisa terjadi, imbuh Rahadi, karena jumlah kursi tidak selalu berbanding lurus dengan kemenangan dalam pilkada sebagaimana terjadi di Pilkada DKI Jakarta.

Menjawab pertanyaan, Rahadi mengakui bahwa kondisi politik di Jakarta memang berbeda dengan kondisi politik di Kota Bogor. Namun demikian, koalisi PKS – Gerindra di atas kertas tetap akan keluar sebagai pemenang, karena tren politik sekarang ditandai dengan kebangkitan Islam, imbas dari penodaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilkada DKI Jakarta.
Kebangkitan Islam itu tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di seluruh Indonesia, karena isu penodaan agama yang dilakukan Ahok menyinggung seluruh umat Islam di Indonesia.

PKS dan Gerindra yang mengusung Anies—Sandi di Pilakda DKI Jakarta mendapatkan posisi sebagai representasi umat Islam. “Status sebagai representasi umat Islam ini juga yang di atas kertas akan mengantar pasangan yang didukung PKS dan Gerindra keluar sebagai pemenang dalam Pilwakot Bogor Juni 2018 mendatang. Kalau figurnya bagus, kedua partai optimis akan memenangi pilwakot,” kata Rahadi.

PPP dan PKB adalah juga partai Islam. Tetapi kduanya berkoalisi dengan Ahok – Djarot apda putaran kedua. “Sehingga PPP dan PKB tidak kecipratan sebagai representasi Islam. Karena itu bergabungnya PPP dan PKB ke Ahok-Djarot pada putaran kedua tidak mempengaruhi perolehan suara Ahok-Djarot,” kata Rahadi lagi.

Rahadi menambahkan, pilkada yang akan digelar serentak di 171 daerah pada Juni 2018 mendatang, memang masih lebih setahun lagi. “Kita lihat perubahan politik apa yang terjadi. Kalau tren politik tidak mengalami perubahan signifikan, maka koalisi PKS-Gerindra akan tetapi mendapat posisi sebagai representasi kebangkitan Islam di Indonesia, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di Bogor dan di sejumlajh daerah lain,” kata Rahadi.

Bila politik masih bundar. Namun di atas kertas, untuk bisa mengalahkan koalisi Gerindra dan PKS, menurut Rahadi, perlu kreatifitas. “Atau apabila koalisi PKS-Gerindra nanti kurang tepat memilih figur yang diusung,” tutup Rahadi. []BK-1




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *