182

Bogor Resmi Jalin Kerja Sama Pertukaran Arsip Dengan Universitas Leiden

BOGOR-KITA.com – Kota Bogor resmi menjalin dengan Universitas Leiden Belanda terkait kerjasama pendidikan dan pertukaran arsip sejarah. Hal ini menyusul ditandatanganinya Letter of Intent (LoI) pada Jumát (15/9/2017) di perpustakaan Universitas Leiden, antara Wali Kota Bogor dengan Direktur Perpustakaan Universitas Leiden.

Ruang lingkup kerja sama yang terangkum dalam LoI tersebut adalah pengembangan Sumber Daya Manusia di bidang ilmu kearsipan; membuka akses ke sumber-sumber terkait sejarah Bogor dari abad 16 sampai tahun 1947 dan pertukaran arsip sejarah di antara ke dua belah pihak.

Kerja Sama dengan Universitas Leiden, menurut Bima sangat strategis, karena perpustakaan Universitas Leiden disebut memiliki koleksi terbesar tentang Asia di Dunia Barat. “Juga pemilik koleksi terbesar tentang Indonesia di dunia,” jelasnya.

Menurut Bima, ada dua hal penting tentang kerja sama dengan Universitas Leiden ini. “Pertama, ini adalah kesempatan yang baik untuk mencari babak-babak sejarah Bogor yang hilang,” ujarnya.

Bima menyebut contoh lokasi keraton Padjajaran atau gambaran infrastruktur era kolonial Belanda; atau fakta-fakta sejarah Bogor ketika masa perjuangan adalah sebagian kecil babak sejarah yang hilang itu.

Hal ke dua, lanjut Bima, penelusuran arsip sejarah Bogor ini penting dalam konteks penguatan salah satu identitas kota sebagai kota heritage sekaligus penting dalam proses perencanaan kota ke depannya.

“Penelusaran ini menjadi penting dalam kaitan bagaimana nanti perencanaan kota ke depan bisa selasar dengan identitas kita sebagai kota heritage. Sekaligus menjadi bagian upaya untuk menyusun dan merangkaikan sejarah Bogor sebagai warisan kita untuk generasi mendatang,” beber Bima.

Selepas penandatangan LoI, Wali Kota Bogor beserta rombongan berkesempatan untuk mengunjungi secara khusus Asian Library Universitas Leiden yang diresmikan Ratu Maxima, pada Kamis (13/9/2017).

Sedangkan, Direktur KILTV Jakarta (Unit Perpustakaan Universitas Leiden di Indonesia) Marrik Bellen menyebutkan, dengan kerja sama ini, perpustakaan Universitas Leiden telah membuka akses bagi pemerintah kota Bogor untuk melakukan penelusuran arsip lama Bogor.

“Penelusuran arsip memang tidak mudah memerlukan waktu yang tidak pendek. Akses ini diharapkan mempermudah langkah pemkot Bogor,” terangnya.

Hal yang sama disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Kerja Sama Setda Kota Bogor Tyas Ajeng Fitriani, ia mengatakan penandatangan LoI ini bagian awal dari proses panjang penulusuran arsip lama Bogor.

“Masih banyak tahapan yang harus kita lalui selepas penandatangan LoI. Walikota sebelum datang ke Leiden telah bertemu dan berdiskusi dengan para budayawan, sejarawan, dan komunitas pecinta sejarah bersama jajaran Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Bogor, untuk mendiskusikan apa saja arsip lama Bogor yang perlu dicari. Alhamdulilah telah tersusun daftar arsip Bogor yang perlu ditelusuri shopping list data-data yang perlu dicari di Leiden baik dalam jangka pendek, jangka menengah, atau jangka panjang,” ujarnya.

Beberapa daftar arsip tersebut diantaranya meliputi data era Kerajaan Padjajaran, data era VOC, data pada era colonial baik dari infrastruktur, pemeringtahan maupun sosial budayanya.

Untuk memperlancar proses pencarian arsip lama tersebut, lanjut Tyas, Wali Kota Bogor telah melakukan pertemuan dengan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Mustari Irawan beberapa waktu lalu.

“Alhamdulilah ANRI sangat mendukung dan siap memberikan bantuan yang diperlukan untuk misi kota Bogor tersebut,” ungkapnya.

Agenda terakhir di Leiden, dimanfaatkan Bima untuk bersilaturahim dengan mahasiswa Indonesia yang ada di Leiden. Acara yang awalnya dikhususkan untuk mahasiswa Indoensia di Leiden, akhirnya diperluas untuk mahasiswa Indonesia di Belanda. Pada silaturahmi ini, Bima menyampaikan perkembangan kota Bogor, terutama penanganan transportasinya. []Admin




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *