Bima : Membangun Karakter Penting Sejak Dini

BOGOR-KITA.com – Wali Kota Bogor Bima Arya bercerita, bahwa selama tiga tahun memimpin Kota Bogor banyak hal yang dialami dan bertemu dengan banyak orang dengan berbagai karakter, mulai dari pelajar SMP yang bertato dan mulutnya berbau alkohol, pelajar SMA yang kedapatan meminum pil Gorilla, hingga mendapati petugas Satpol PP yang menangkap basah perempuan berhijab sedang melakukan hal asusila. Hal itu semua adalah menurutnya adalah persoalan karakter.

Hal itu dikatakannya saat acara program seminar pendidikan Holistik berbasis karakter bagi guru PAUD/TK/RA di Gedung Graha Widaya Wisuda IPB Dramaga Bogor, Sabtu (25/3/2017).

“Sekali lagi saya tegaskan itu adalah persoalan karakter,” kata Bima.

Menurutnya, sebagai pendidik yang sudah mengajar sejak tahun 1997 di beberapa kampus, ia menerangkan bahwa yang dapat menghantarkan anak-anak muda kepuncak kesuksesan adalah karena dua faktor. Pertama kompetensi dan kedua adalah karakter. Kompetensi yakni nilai-nilai dan skill. Sedangkan karakter adalah sejauh mana orang mengenal diri sendiri.

“Mana yang lebih penting yakni 70 persen karakter dan 30 persen kompetensi. Banyak orang-orang yang punya kompetensi dan pintar, tetapi tidak memiliki karakter bisa saja dia sukses. Namun dengan cepat pula dia jatuh,” ungkap Bima.

lanjutnya, banyak pula ia bertemu dengan mahasiswa yang nilainya biasa-biasa saja, tetapi ia memiliki karakter yang kokoh sehingga sukses menggapai masa depan.

“Di pertemuan kali ini lah kita bertugas untuk mencetak generasi muda yang berkarakter dan berkompeten,” ujarnya.

Bima menambahkan, menurut Shun Tzu filusuf Tiongkok terkemuka, kunci dari semua kemenangan dalam pertempuran adalah mengenali diri sendiri. Semakin paham kita mengenal diri sendiri, maka semakin besar kemungkinan kita untuk menang dari semua pertempuran. Pekerjaan rumah kita kedepan adalah mencetak generasi muda yang sudah selesai dengan dirinya. Mereka sudah mengetahui mau apa, mengetahui kemampuannya dan mengetahui mau kemana.

“Oleh karena itu izinkan saya untuk meyakini bahwa kunci dari tugas kita sebagai pendidik adalah keberhasilan kita untuk menghantarkan anak didik sampai mereka tahu mau apa, mau kemana dan tahu dan bisa mengenali dirinya,” tutupnya. [] Admin




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *