Bima Janji tak Cukur Jenggot Sampai Kota Bogor Kondusif

Bima Arya

BOGOR-KITA.com – Kota Bogor, seperti juga Bekasi, Depok, dan Tangerang, dikenal sebagai wilayah penyangga DKI Jakarta. Karena semakin berkembangnya Jakarta, tentu membuat kota-kota penyangga ini turut menerima dampaknya.

Salah satu dampaknya, adalah masalah kemacetan yang kini tak hanya dialami oleh Jakarta. Bahkan, Kota Bogor kini disebut sebagai salah satu kota termacet di negara ini.

Predikan ini menjadi pukulan tersendiri bagi Walikota Bogor, Bima Arya. 
"Saya tidak akan mencukur (jenggot) sampai Kota Bogor kondusif. Setidaknya, kondusif bagi saya," ujar Bima tentang janggut yang dipelihara sejak pulang naik haji, pada acara Urban Greening Forum 3 di Kementerian PU-Pera, Jakarta Selatan, Kamis (6/11).

Pernyataan tersebut disambut oleh tawa hadirin yang didominasi oleh praktisi dan pengamat tata ruang.

Bima menjelaskan, dirinya sempat tak menyangka saat Bogor masuk sebagai kota termacet di Indonesia.

Bima mengatakan, predikat tersebut akan menjadi acuan baginya untuk semakin giat dalam menuntaskan masalah macet. Salah satunya adalah dengan mengubah mindset masyarakat.

"Saya ingin membangun budaya berjalan kaki. Kalau dari Balai Kota blusukan ke Sempur, saya jalan kaki. Membangun kultur itu lebih sulit daripada membangun infrastruktur," kata dia.

Kesulitan itu, lanjut Bima, lantaran masyarakat, khususnya warga Bogor, sudah terbiasa menggunakan kendaraan bermotor atau mobil. 
"Ini, keluar kamar, kalau bisa, malah harus sudah naik angkot. Bagaimana tidak macet pola pikir seperti ini?" ujar Bima.

Dia juga mengatakan, tentang pentingnya peran masyarakat yang peduli terhadap Bogor untuk mengurangi kemacetan. Misalnya, warga Bogor yang tergabung dalam Koalisi Pejalan Kaki. Menurut dia, komunitas ini perlu diapresiasi karena programnya mengurangi kemacetan.

"Kalau di sana (DPR), ada Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat, kita (Bogor) juga punya koalisi,  Koalisi Pejalan Kaki namanya," katanya bercanda.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Bogor, Untung W Maryono mengatakan, Pemkot Bogor beserta dinas terkait harus segera turun tangan menyelesaikan masalah kemacetan yang terjadi. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kemacetan, dan hal itu membutuhkan penanganan langsung bukan hanya teori dan rencana program saja.

“Kami minta Pemkot Bogor segera mengatasi dan menangani masalah kemacetan yang sering terjadi di sejumlah titik di Kota Bogor. Kemacetan merupakan program utama yang harus diselesaikan oleh Pemkot Bogor,” jelasnya.[] Harian PAKAR/Admin



Bogor-Kita.com - Sejak 2010


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *