Bima Arya ke Baranangsiang Sosialisasi Optimalisasi

BOGOR-KITA.com –  Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, Sabtu (8/10). Sidak digelar sebagai persiapan jelang realiasi optimalisasi Terminal Baranangsiang yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama pihak ketiga, PT Pancakarya Grahatama Indonesia (PGI).

Kedatangan Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu ke lapangan, karena ingin mendengarkan aspirasi yang disampaikan oleh Komunitas Pengurus Terminal Baranangsiang (KPTB) Kota Bogor, sekaligus melibatkan kelompok itu dalam persiapan optimalisasi.

Bima menjelaskan, pengosongan terminal sebagai langkah awal optimalisasi, bisa dilakukan dengan syarat seluruh kajian sudah dipenuhi oleh PT Pancakarya Grahatama Indonesia (PGI), termasuk kajian teknis seperti  apakah prioritas optimalisasi diarahkan pada optimalisasi terminal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.  

“Saya sampaikan optimalisasi  terminal prinsipnya tetap menunggu kajian hasil revisi yang saat ini sedang dibahas,” ujar Bima kepada PAKAR di SKI Tajur, Minggu (9/10).

Menurutnya, proses untuk optimalisasi Terminal Baranangsiang itu tetap dengan prinsip, tidak boleh fasilitas penujang menjadi fasilitas utama. Karena itu, design revisi yang telah diajukan itu harus dikaji ulang dengan melihat kemacetan serta lingkungan dipersiapkan melalui kajian yang benar.

“Revisi memang sudah disampaikan, tapi harus dikaji secara teknis. Tentang kajian amdal lalin juga perlu diselesaikan karena takutnya memicu kemacetan. Selain itu, pengembangan terminal harus memberikan dampak yang positif bagi warga di sekitar itu terutama terkait tenaga kerjanya,” jelas Bima.

Masih kata dia, kedatangannya ke Terminal Baranangsiang itu sekaligus melakukan sosialisasi untuk proses optimalisasi Terminal Baranangsiang tersebut.

Sidak itu, imbuhnya, sekaligus menjelaskan bagaimana proses optimalisasi terminal berjalan. Saya mengajak teman-teman di terminal khususnya KPTB, untuk mengikuti prosesnya termasuk hasil revisi design dari pihak PGI. Sidak itu sekaligus sebagai public hearing sehingga masyarakat di sekitar bisa memberikan aspirasinya,” bebernya.

Bima menuturkan, meski dirinya sudah mulai melakukan sosialisasi, namun pihaknya masih belum bisa memberikan kepastian terhadap pembangunan terminal yang seharusnya dilakukan sejak 2012 itu. “Karena itu tanggal pasti untuk optimalisasi masih belum ada,” kata Bima. [] Harian PAKAR/Admin

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *