Biogas

BBM Naik, ESDM Kembangkan Biogas dari Kotoran Sapi

Proses pembuatan biogas

BOGOR-KITA.com – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (DESDM) Kabupaten Bogor mengembangkan biogas yang dihasilkan dari kotoran sapi. Menurut Kepala Dinas ESDM Kabupaten Bogor, Koesparmanto, pengembangan energi alternatif dengan kotoran sapi mudah sekali didapatkan khususnya bagi para peternak sapi, ramah lingkungan, murah dan bahan bakunya mudah diperoleh, dan banyak.

“Kita bisa menurunkan tingkat ketergantungan masyarakat pada BBM yang harganya terus meningkatdan cadangannya menipis.

Caranya dengan mengolah kotoran menjadi bahan bakar untuk keperluan memasakdenan kompor gas, penerangan,” beber Koesparmanto kepada, Minggu (7/12).

Ia menjelaskan, masyarakat tidak perlu merasa pembuatan biogas berat. Karena sebenarnya sangat sederhana. “Caranya hanya memasukkan substrat atau kotoran sapi ke dalam unit pencerna atau digerster yang anaerob. Dalam waktu tertentu, biogas akan terbentuk. Inilah yang selanjutnya bisa digunakan sebagai sumber energi untuk berbagai keperluan,” urainya.

Dijelaskannya, kotoran sapi menjadi salah satu pilihan terbaik untuk dikembangkan di Bumi Tegar Beriman. Pasalnya, bisa ditemukan di sejumlah kawasan. Bahkan, sapi perah menjadi salah satu mata pencaharian di Jawa Barat.

Dicontohkan Kepala DESDM, di Kecamatan Ciawi, populasi ternak sapinya cukup melimpah. “Hanya saja belum dimanfaatkan maksimal. Makanya, kita harus terus genjot berbagai upaya supaya jangan sampai para peternak malah mencemari lingkungan. Misalnya, lebih memilih membuang kotoran sapi ke sungai ketimbang digunakan sebagai salah satu sumber energi alternatif,” tuturnya.

Selain manfaat energinya, dengan menggunakan biodigester untuk mengelola kotoran hewan, kotoran sapi itu bisa juga diolah jadi pupuk organik yang bermutu. Ditambah lagi, bisa mengurangi emisi gas metan (CH4) yang dihasilkan pada komposisi bahan organik yang diproduksi dari sektor pertanian dan peternakan.

“Gas metan termasuk dalam gas rumah kaca, bersama dengan gas karbon dioksida (CO2) memberikan efek pemanasan global. Karenanya, program ini diusulkan sebagai salah satu upaya internasional dalam membangun lingkungan yang bersih,” bebernya.

Pengembangan biogas, bukan hanya dilakukan tahun 2014 ini saja. Sejak 2010 lalu, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor sudah dialokasikan untuk membiayai pengembangan bioenergi di 11 desa yang ada di 7 kecamatan, meliputi Cibungbulang, Caringin, Cibinong, Cigombong, Sukaraja, Cijeruk, dan Ciawi.

Pengertian biogas sendiri adalah gas yang dihasilkan dari penguraian bahan organik oleh bakteri metanogenik melalui proses fermentasi anaerob (tanpa oksigen atau sedikit sekali oksigen) yang berasal dari biomasa seperti kotoran ternak, kotoran manusia, sampah dan eceng gondok. [] Harian PAKAR/Admin




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *