ADe Yasin-BUMDes

Ade Yasin: Pekik Merdeka untuk Kabupaten Bogor Termaju

BOGOR-KITA.com – Tidak ada yang lebih membanggakan bagi para pejuang kemerdekaan Indonesia baik yang gugur di medan perang maupun yang tidak, selain memenuhi cita-cita mensejahterakan rakyat Indonesia dan menggapai kejayaan Bangsa Indonesia. Walaupun mereka tidak melihat, tetapi menyejahterakan rakyat adalah amanah para pejuang yang wajib diamanahi oleh setiap pemimpin.

Jejak – jejak perang kemerdekaan di Bogor, (dulu Kota Bogor, Kabupatan Bogor dan Depok masih satu kesatuan administratif) masih terlihat secara kasat mata. Balaikota Bogor di Jalan Juanda, Gedung Badan Pertanahan Nasional Bogor di Jalan Harupat, Kantor Pos di Jalan Juanda, Markas Kodim 0606 di Jalan Sudirman, Markas Korem 061 Suryakencana di Jalan Merdeka, Gedung Penelitian Bio Teknologi Pertanian di Jalan Taman Kencana, Hotel Salak di Jalan Juanda, Istana Bogor dan lain sebagainya adalah tinggalan sejarah pendudukan penjajah di Bogor.

Kapten Muslihat, Mas Ace Salmun Raksadikaria, KH Abdullah bin Nuh, KH Sholeh Iskandar, Mayor Oking, Nyi Raja Permas (ibu dari pahlawan nasional Raden Dewi Sartika), adalah beberapa pahlawan Bogor yang namanya sekarang dijadikan nama jalan, merupakan bukti bahwa perang juga berkecamuk di Bogor.Gedung-gedung peninggalan penjajah, masih gagah berdiri. Namun, bagi para pahlawan Bogor, baik yang namanya dijadikan nama jalan, maupun semua pejuang Bogor yang gugur dan sekarang dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Dreded, gedung-gedung itu mungkin tidak lebih sebagai simbol kepongahan penjajah. Gedung-gedung itu memang harus dimanfaatkan karena bernilai ekonomi. Tetapi, cita-cita dan amanah yang tersirat dari kerelaan pejuang mengorbankan nyawa di medan perang, tentulah jauh lebih tinggi ketimbang gedung-gedung hebat itu.

“Kemerdekaan adalah jembatan emas yang di seberangnya kita bisa menyempurnakan kita punya masyarakat,” kata Bung Karno saat berpidato di hadapan Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indoesia (BPUPKI) tanggal 1 Juni 1945.

Di wilayah admisnitratif Kabupaten Bogor, Tuhan menganugerahkan kekayaan yang melimpah. Tanahnya luas mencapai 2.664 km persegi, sebuah daerah yang luasnya lebih tiga kali luas negara Singapura yang hanya 719,1 km persegi, atau sekitar empat kali lebih luas dari luas DKI Jakarta yang hanya 661,5 km persegi. Jumlah pendudukan Kabupaten Bogor sekitar 5,7 juta tahun 2016, terpaut sedikit dengan jumlah penduduk Singapura sebesar 5,5 juta tahun 2015, dan jauh lebih sedikit dibanding penduduk Jakarta yang mencapai 12,7 juta tahun 2015. Jumlah penduduk di lahan yang sangat luas seperti Kabupaten Bogor, adalah berkah. Di atas lahan yang begitu luas, teramat banyak yang bisa dilakukan untuk mensejahterakan warga Kabupaten Bogor.

Belum lagi potensi pengembangunan yang bisa dikembangkan di atas lahan yang luas dan subur. Saat ini sudah berkembang sejumlah komoditas unggulan untuk usaha sektor perikanan antara lain komoditi ikan hias dan benih ikan lele telah ditetapkan sebagai komoditi unggulan kawasan minapolitan Kabupaten Bogor. Sedangkan di sektor peternakan sudah berkembang komoditi yang menjadi unggulan seperti sapi perah dengan turunannya berupa susu Yoghurt dan bahan makanan lainnya. Usaha sektor tanaman pangan dan hortikultura, komoditi yang sudah menjadi unggulan adalah Talas Bogor, Nanas Gati, Pisang Rajabulu dan Manggis Raya. Keempat komoditi tersebut sudah ditetapkan sebagai komoditi unggulan khas Kabupaten Bogor.

Sektor industri yang sudah berkembang adalah industri air kemasan dan olahan karet, produk alas kaki, anyaman bambu dan kerajinan bunga kering. Sektor pertambangan sudah berkembang usaha penggalian dan pertambangan dengan pangsa pasar tersendiri. Masih terdapat sejumlah komoditi tambang yang menjadi unggulan antara lain emas, perak, andesit, tanah liat dan batu kapur. Sektor pariwisata bahkan terdapat objek wisata eksotis di sejumlah titik di Kabupaten Bogor. Posisi geografis Kabupaten Bogor yang berada di tengah-tengah sejumlah daerah seperti Jakarta, Tangerang, Bekasi, Cianjur, Sukabumi, memungkinan menghidupkan sektor perdagangan dan jasa-saja.

Potensi pembangunan yang besar ini harus diakui belum terkelola secara baik. Apabila sudah terkelola secara baik maka jumlah 9,6 persen dari 5,7 juta rakyat Kabupaten Bogor persen yang masih berstatus miskin, dalam waktu singkat bisa langsung terentaskan sekaligus meningkatkan kesejateraan rakyak, yakni bagaimana pemimpin menggerakan seluruh stakeholder Kabupaten Bogor untuk masing-masing mengambil bagian mengelola potensi pembangunan yang besar itu. Tidak ada pemimpin yang bisa melakukan semuanya sendiri, melainkan harus merajut kebersamaan atau gotong-royong dengan seluruh stakeholder. Tantangan lain adalah, di atas dasar konsep seperti apa pengelolaan diletakkan, agar upaya optimalisasi potensi pembangunan yang besar itu, juga meperhatikan secara sungguh-sungguh kelestarian lingkungan.

Investor regional, nasional dan internasional dipastikan akan terus masuk ke Kabupaten Bogor. Pemerintah Kabupaten Bogor dan juga rakyat Bogor, tidak mungkin melarang investor masuk karena ada perundang-undangan yang mengaturnya. Sebaliknya harus menggelar karpet merah. Ini menjadi tantangan yang tidak kalah pentingnya. Yakni bagaimana agar investor nasional, regional dan asing yang akan masuk ke Bogor itu mensejahterakan rakyat, bukannya menjadi bencana bagi warga Kabupaten Bogor sebagaimana terjadi pada masyarakat Melayu di Singapura, atau yang dialami sebagian masyarakat Betawi di Jakarta.

Momen peringatan Hari Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia sekarang ini kita diingatkan oleh semangat para pejuang kemerdekaan yang pantang menyerah. Semangat pantang menyerah ini merupakan modal yang sangat berharga, dan harus terus dihidupkan sebagai sumber motivasi untuk membangun kebersamaan dan bekerja lebih keras untuk membangun Kabupaten Bogor.
Oleh sebab itu pula, kita mengheningkan cipta mendoakan arwah para pejuang, bersyukur dan sebagai pemimpin wajib memberikan perhatian pada masyarakatnya.

Di era sekarang ini pekik “Merdeka” para pejuang, haruslah diadopsi menjadi pekik pembangunan. Khusus di Kabupaten Bogor, pekik “Merdeka” haruslah diadobsi menjadi pekik membangun “Kabupaten Bogor Termaju untuk Kesejahteraan Rakyat”. [] Admin

Hj. Ade Yasin S.H., M.H. adalah Calon Bupati Kabupaten Bogor




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *