Ade Yasin Kampanye Produktif, Makan Bakso Sambil “Belanja” Masalah Rakyat

BOGOR-KITA.com –  Calon Bupati Bogor Ade Yasin mulai melakukan kampanye produktif dengan cara “belanja” masalah yang dihadapi rakyat. Hal ini dilakukan Ade Yasin dalam kampanye produktif makan bakso bersama warga di Bekang, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Selasa (13/3/2018).

Calon bupati favorit pemenang yang diusung PPP, Gerindra, PKB ini tak canggung berbaur dengan warga. Dia duduk bareng bersama masyarakat Bekang di pinggir jalan sambil menikmati ‎​bakso yang disuguhkan kepadanya. Perempuan bergelar master di bidang hukum ini, santai saja ketika warga dan wartawan mengerubuti.

“Baksonya enak banget,” kata Ade Yasin yang juga Ketua DPW PPP Jabar.

Ade Yasin bukan sekadar berkampanye dalam arti menyosialisasikan program, tetapi juga mendengar keluhan dan masalah-masalah yang dihadapi rakyat.  “Dengan kampanye lewat silaturahmi seperti ini, saya semakin mengerti persoalan-persoalan yang dihadadi masyarakat,” ujar Ade Yasin yang berpasangan dengan Iwan Setiawan dari Partai Gerindra.

Ade Yasin menegaskan, dirinya terus menabung semua masalah-masalah rakyat  untuk dicarikan solusinya apabila terpilih jadi Bupati Bogor pada Pilkada Juni 2018. Pedagang kecil seperti tukang bakso, merupakan salah satu prioritas yang akan menjadi  andalan ekonomi Kabupaten bogor. Jumlah pedagang kecil yang disebut UMKM sangat banyak di Kabupaten Bogor. Pasangan Hadist (Haji Ade Yasin-Iwan Setiawan), kata Ade Yasin, menjadikan mereka sebagai salah satu prioritas pembangunan.

Terhadap Tukang Bakso, Ade Yasin mengemukakan, jangan dipandang sebelah mata. “Mereka, PKL seperti tukang bakso juga harus diberi ruang. Salah satunya, harus ada kawasan khusus bagi mereka. Kalau minimarket diberi ruang, kenapa PKL kenapa tidak. Dan ini juga harus diberi ruang atau diperhatikan,” ungkapnya.

Terkait bakso yang disantapnya, Ade Yasin mengemukakan, enak. Tetapi, yang terpenting ‎​bakso itu harus higienis, tanpa borak, pengawet dan campuran lain.

“Kalau tukang bakso sudah kena isu borak, penawar, atau dicampur daging lain, itu merusak dan tidak akan laku. Jadi mereka harus higienis, perhatikan kesehatan, enak, murah, dan nantinya akan laku dan laris manis,” tuturnya. [] Choky.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *