15 Juta Bayi Terlahir Prematur, 1 Juta Lebih Meninggal

BOGOR-KITA.com – Lebih dari 1 juta bayi meninggal setiap tahunnya akibat komplikasi kelahiran prematur. Kelahiran prematur adalah penyebab utama dari kematian bayi baru lahir (bayi di usia 4 minggu pertama kehidupan), dan penyebab kedua dari kematian anak usia dibawah 5 tahun setelah pneumonia.

Demikian siaran pers World Prematurity yang diterima BOGOR-KITA.com, Jumat (2/12/2016). World Prematurity adalah adalah sebuah gerakan global untuk meningkatkan kesadaran tentang prematuritas. Gerakan ini menekankan tentang beban yang dimiliki oleh bayi prematur, memberikan informasi sederhana, solusi yang terbukti tidak mahal, dan menumbuhkan kasih sayang bagi keluarga yang mengalami kelahiran prematur.

Ketidaksamaan antara angka bertahan hidup di setiap negara adalah sebuah fakta yang tidak mengenakkan. Pada negara dengan tingkat penghasilan yang rendah, separuh dari bayi yang lahir pada 32 minggu meninggal karena kurangnya
penanganan yang sebenarnya mudah dan tidak mahal, seperti kehangatan, dukungan ASI, dan perawatan dasar untuk penanganan infeksi dan permasalahan pernafasan. Dalam negara dengan tingkat pendapatan yang baik, hampir dari
semua bayi ini bertahan hidup.

Lebih dari tiga-perempat bayi prematur dapat diselamatkan dengan perawatan yang mudah, dan tidak terlalu mahal, seperti contohnya injeksi steroid yang diberikan pada ibu hamil dengan resiko melahirkan prematur, dengan tujuan untuk pematangan paru-paru bayi. Kangaroo Mother Care/ Metode Kangguru, dimana bayi diletakkan dengan posisi bersentuhan antara kulit ibu dan kulit bayi, dan ASI yang sering. Juga penggunaan antibiotik untuk menangani infeksi pada bayi baru lahir. Ini bisa dilakukan bahkan tanpa ketersediaan NICU.

Setelah melalui tahapan NICU yang roller coaster, bayi prematur akan berhadapan dengan berbagai masalah efek sisa prematuritas yang berpengaruh terhadap tumbuh kembangnya. Keterlambatan tumbuh kembang bayi prematur umumnya
diawali oleh kesulitan mencapai berat dan tinggi/panjang badan serta lingkar kepala yang sesuai dengan usia koreksi serta kemampuan-kemampuan motorik kasar maupun halus. Keterlambatan tumbuh kembang bayi prematur dapat dikejar, dengan stimulasi-stimulasi jika terdeteksi sejak dini. Salah satunya adalah dengan stimulasi gerak sehingga tumbuh kembang yang baik serta kesehatan dan kecerdasan bayi/anak prematur dapat dicapai.

Salah satu efek sisa prematuritas yang berpengaruh pada tumbuh kembang, kesehatan dan kecerdasan bayi prematur adalah terkait aspek neurologis. Menurut Profesor bidang pediatric, Sullivan dari Alpert Medical School, Brown University
USA, bayi prematur BBLSR dengan masalah medis dan neurologis meningkatkan risiko kondisi kesehatan akut dan kronis 32% lebih besar dibandingkan dengan bayi dengan berat normal. Untuk itu optimalisasi aspek neurologis bayi prematur adalah hal yang penting diketahui oleh semua orangtua bayi prematur.

Tentang Komunitas Indonesia sendiri memiliki Komunitas Premature Indonesia yang merupakan suatu grup komunitas orang tua bayi prematur di media sosial yang memiliki visi menjadikan anak prematur tumbuh optimal sesuai usianya. Komunitas Premature Indonesia adalah komunitas berbasis parent supporting group di Facebook (dunia maya) yang
telah memiliki lebih dari 1400 member di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh hingga ke Jayapura.

Sejak berdirinya di tahun 2014, komunitas Premature Indonesia telah mengadakan berbagai kegiatan dan aksi di dunia nyata, seperti seminar kesehatan, aksi jalan sehat, serta diikut sertakan dalam pameran kesehatan
Ibu dan Anak. Sementara di dunia maya, aktif melakukan edukasi prematuritas dengan membuat tulisan-tulisan, menyadur referensi-referensi, melakukan diskusi – tanya jawab, membantu mengarahkan masalah kesehatan anak/bayi
prematur, dan lain-lain.

Diharapkan, ke depannya Parent Supporting Group ini dapat lebih berperan dalam mengedukasi masyarakat terkait permasalahan-permasalahan bayi prematur dan bersinergi dengan para pakar di bidang kesehatan, perawatan
dan tumbuh kembang bayi prematur untuk menciptakan efek multiplier bagi peningkatan kualitas hidup bayi/anak prematur di Indonesia..

Komunitas ini akan menggelar seminar ini di FKM-UI, di kampus Universitas Indonesia – Depok, 3 Desember 2016 dengan menampillan sejumlah pembicara meliputi Prof. dr. Hadi Pratomo, MPH, DrPH ; Perawatan Metoda Kanguru (PMK): Manfaat dan Penerapannya, Dr.Asri C. Adisasmita, Mphil, PhD. : Penerapan PMK di Indonesia dan Berbagai Negara, Ahmad Syakib, SKM, S.Ft ; “Pengaruh Stimulasi Gerak dalam Meningkatkan Kesehatan dan Kecerdasan Anak Pasca Preemie” dr. Adre Mayza, SpS(K) ; “Optimalisasi Aspek Neurologis pada Bayi Prematur” [] Admin




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *